BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Psikologi
(dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas
psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak
mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak,
tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa / mental
tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga
Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah
laku dan proses mental.
Masa
reproduksi merupakan masa yang terpenting bagi wanita dan berlangsung kira –
kira 33 tahun. Haid pada masa ini paling teratur dan siklus pada alat genital
bermakna untuk memungkinkan kehamilan. Pada masa ini terjadi ovulasi kurang
lebih 450 kali, dan selama ini wanita berdarah selama 1800 hari. Biarpun pada
umur 40 tahun keatas perempun masih dapat dihamilkan, fertilitas menurun cepat
sesudah umur tersebut (ilmu kandungan,2008).
Kehamilan
merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan
adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian besar kaum
wanita menganggap bahwa kehamilan adalah peristiwa kodrati yang harus dilalui
tetapi sebagian wanita mengganggap sebagai peristiwa khusus yang sangat menentukan
kehidupan selanjutnya.
Perubahan fisik dan emosional yang kompleks, memerlukan adaptasi terhadap
penyesuaian pola hidup dengan proses kehamilan yang terjadi. Konflik antara
keinginan, kebanggaan yang ditumbuhkan dari norma-norma sosial kultural dan
persoalan dalam kehamilan itu sendiri dapat merupakan pencetus berbagai reaksi psikologis, mulai dari reaksi emosional ringan hingga ke tingkat gangguan
jiwa yang berat.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa yang dimaksud dengan kemandulan
?
2.
Bagaimana bentuk hamil yang tidak di
inginkan ?
3.
Apa yang dimaksud dengan keguguran ?
4.
Bagaimana penanganan hamil diluar
nikah ?
5.
Bagaimana gambaran kondisi psikologi pada wanita hamil ?
6.
Apa faktor yang mempengaruhi kondisi psikis pada masa hamil ?
7.
Bagaimana
Cara Mengatasi Gangguan Psikologis Kehamilan ?
C.
TUJUAN
PENULISAN
Tujuan pembuatan makalah gangguan psikologi pada masa kehamilan agar kita
dapat mempelajari dengan seksama mengenai gangguan – gangguan psikologi pada
ibu hamil sehingga kita dapat memahami dan mengenal apa yang di
rasakan,dibutuhkan dan di inginkan oleh wanita hamil.
BAB II
PEMBAHASAN
A. KEMANDULAN
Kemandulan atau dalam bahasa kedokteran disebut infertilitas merupakan
istilah yang dipakai untuk menyebut pasangan yang gagal untuk hamil dan
mempunyai anak setelah berusaha selama setahun. Perempuan yang berhasil hamil
namun selalu mengalami keguguran juga bisa disebut mandul.
1. Kehamilan merupakan hasil dari suatu proses
komplek yang terdiri dari :
* Seorang perempuan harus menghasilkan sel telur yang berasal dari indung
telur atau
ovarium.
* Sel telur harus bergerak menuju rahim melalui saluran tuba.
* Sel telur harus bergerak menuju rahim melalui saluran tuba.
* Dalam perjalanan ini, sel sperma dari laki laki harus membuahi sel telur.
* Telur yang sudah dibuahi kemudian harus menempel pada dinding rahim
bagian dalam.
Kemandulan terjadi bila keempat proses diatas mengalami gangguan.
2.
7 hal tanda-tanda terjadinya kemandulan yaitu :
Kenali tanda-tanda
kesuburan wanita
Wanita usia subur biasanya memiliki tanda-tanda saat mengalami ovulasi setiap
bulannya. Ovulasi terjadi ketika telur dilepaskan dari indung telur menuju tuba
fallopi untuk dibuahi sel sperma. Pada saat ovulasi terjadi peningkatan lendir
serviks, peningkatan suhu tubuh dan rasa nyeri atau sakit di perut. Wanita yang
subur bisa dilihat dari tanda-tanda ketika dia mengalami ovulasi setiap bulan,
tapi perlu diketahui kurangnya tanda-tanda ovulasi tidak selalu menunjukkan
bahwa wanita tersebut mandul.
Mengetahui siklus menstruasi
Jika anda seorang wanita dengan siklus menstruasi yang
tidak teratur, maka kemungkinan hormon yang diproduksi tubuh anda kurang. Bisa
jadi ada ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Jika
ketidakteraturan siklus menstruasi anda hanya sesekali mungkin bukan sesuatu
yang serius, tapi jika terus menerus tidak teratur maka kemungkinan anda
mengalami kemandulan.
Jalani tes
penyakit menular seksual
Beberapa penyakit menular seksual (PMS) menyebabkan kemandulan. Pada wanita penyakit seksual
tersebut menyebabkan radang panggul yang menyebabkan terjadinya kemandulan.
Pada pria, gonore adalah salah satu penyakit kelamin yang jika tidak diobati
akan menyebabkan kemandulan.
Ketahui faktor gaya hidup penyebab kemandulan
Merokok dan minum
alkohol juga memberi kontribusi membuat anda tidak subur. Pada pria, stres dan
rasa cemas berlebihan menyebabkan kualitas sperma sangat buruk dan menyebabkan
kemandulan.
Mengetahui efek samping obat yang dikonsumsi
Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi secara rutin
dapat menyebabkan efek samping bagi tubuh, salah satunya adalah menyebabkan
kemandulan. Contohnya, obat untuk menyembuhkan tekanan darah. Selain itu,
pengobatan medis di masa kecil seperti kemoterapi untuk menyembuhkan kanker
juga dapat menyebabkan kemandulan saat dewasa.
Mengetahui kondisi tertentu penyebab kemandulan
Beberapa penyakit seperti sindrom Cushing menyebabkan
masalah cystic fibrosis dan kesuburan pada pria. Kondisi genetik juga
berkontribusi menyebabkan kemandulan.
Lakukan tes medis
Tes medis untuk mengetahui tingkat kesuburan dilakukan
pada pihak pria dan wanita. Pada pria, dilakukan analisis sperma di laboratorium
tertentu untuk mengetahui kualitas sperma. Sementara
pengujian kesuburan pada wanita lebih kompleks yang meliputi cek darah untuk
mengetahui kadar hormon, tes USG panggul untuk mencari fibroid rahim dan
memeriksa serviks dan uterus jika ada kelainan. Pemeriksaan tuba fallopi juga
dilakukan untuk melihat apakah ada masalah yang menyebabkan kemandulan
3.
Penyebab Terjadinya Masalah-Masalah Kesuburan pada
Laki-laki
a. Kelainan Genetik
Meskipun amat jarang, ketidaksuburan pria dapat
disebabkan oleh kelainan genetik seperti cystic fibrosis. Gangguan
genetik meliputi kelainan pada kromosom seks, yang terjadi pada sindrom
Klinefelter.
b. Gangguan Hormonal
Gangguan
hormonal yang terjadi dapat
menghalangi produksi sperma. Untuk merangsang testis menghasilkan sperma,
dibutuhkan hormon yang dihasillkan oleh kelenjar ptituari. Bila hormon
tersebut tidak ada, atau jumlahnya menurun dalam jumlah yang signifikan maka
sudah barang tentu kinerja testis tidak akan sempurna.
c. Varikokel
Adalah terjadinya pelebaran Pembuluh Darah Vena di
sekitar Buah Zakar. Hal ini biasanya terindikasikan dengan adanya benjolan pada
bagian atas buah zakar dan biasanya terjadi pada sebelah kiri.
d. Sumbatan Saluran Sperma
Biasanya disebabkan bawaan lahir karena tidak
terbentuknya sebagian saluran
sperma. Selain itu
infeksi juga dapat menyebabkan terjadinya sumbatan saluran sperma. Infeksi pada
saluran reproduksi dapat disebabkan oleh bakteri melalui penyakit menular
seksual. Jika memang disebabkan karena infeksi bakteri mungkin akan terjadi
sumbatan akibat perlekatan dari saluran reproduksi pria.
e. Impotensi
Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang
cukup. Karena itu penyakit pembuluh darah (misalnya aterosklerosis) bisa
menyebabkan impotensi. Impotensi juga bisa terjadi akibat adanya bekuan darah
atau akibat pembedahan pembuluh darah yang menyebabkan terganggunya aliran
darah arteri ke penis. Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga
bisa menyebabkan impotensi.
f. Kebiasaan Merokok
Merokok dapat menambah risiko kemandulan dan disfungsi ereksi
pada pria. Nikotin membuat darah mengental sehingga tidak bisa beredar dengan
lancar, termasuk di pembuluh darah alat kelamin. Akibatnya, muncul gangguan seksual
seperti ejakulasi dini, ereksi tidak sempurna, bahkan impotensi.
g. Kebiasaan Minum Beralkohol
Alkohol dalam jumlah besar dapat menurunkan kadar
hormon testoteron sehingga mengganggu produksi sperma.
h. Pengaruh Radiasi
Radiasi akan memberikan efek negatif terhadap konsentrasi dan
kualitas sperma. Selain itu sperma yang terkena pengaruh radiasi akan memiliki
gerakan berenang yang kurang baik yang akan mengurangi kesempatan untuk
pembuahan.
i.
Pengaruh Obat
dBeberapa jenis obat bisa mempengaruhi tingkat
kesuburan. Obat-obatan
seperti antibiotika, pereda rasa sakit, obat penenang, dan obat hormonal dapat
menurunkan tingkat kesuburan pria.
4. Penyebab
Terjadinya Masalah-Masalah Kesuburan pada Perempuan
a. Sumbatan pada saluran telur
Sumbatan saluran telur disebabkan antara lain adanya
perlengketan pada sekitar saluran telur, hal ini sebagai akibat dari pernah
terkena IMS dan radang panggul sehingga menghambat pertemuan sel telur dengan
sperma.
b. Endometriosis
Yaitu sel selaput lendir rahim yang tumbuh pada tempat
yang tidak semestinya, yaitu di indung telur. Hal ini dapat menimbulkan perlengketan
pada sekitar saluran telur atau pada organ reproduksi lainnya.
c. Kelainan lendir leher rahim
Terlalu pekat, yang dapat menghambat laju gerakan
sperma dan terlalu asam, yang
dapat mematikan sperma.
d. Berat Badan Tidak Seimbang
Berat badan yang tidak seimbang dapat mengganggu kesuburan
perempuan, karena tubuh memerlukan 17% dari lemak tubuh di awal masa siklus
haid, dan 22% di sepanjang siklus haid. Lemak tubuh mengandung enzim
aromatase yang dibutuhkan untuk memproduksi hormon
estrogen. Jadi, jika
persediaan lemak dalam tubuh tidak memadai, akan memberikan andil besar
terhadap ketidaksuburan.
e. Faktor Usia
Pada wanita, begitu masuk usia 35 tahun, kesuburan
akan menurun dan semakin menurun drastis di usia 37 tahun sampai akhirnya masuk
ke masa menopause di atas 40-45 tahunan. Cadangan sel telur akan terus berkurang
setup kali wanita mengalami menstruasi dan lama-kelamaan akan habis saat menopouse.
Sebaliknya, usia tidak membatasi tingkat kesuburan pria dimana “pabrik sperma”
akan terus memproduksi sel-sel sperma selama anatominya normal.
f. Gaya Hidup Yang Penuh Stres
Gaya hidup ternyata pegang peran besar dalam
menyumbang angka kejadian infertilitas, yakni sebesar 15-20%. Gaya hidup yang
serbacepat dan kompetitif dewasa ini rentan membuat seseorang terkena stres.
Padahal kondisi jiwa yang penuh gejolak bisa menyebabkan gangguan ovulasi,
gangguan spermatogenesis, spasme tuba fallopi, dan menurunnya frekuensi
hubungan suami istri
g. Kelainan Mulut Rahim
Normalnya, mulut rahim mengarah ke depan (antefleksi),
sehingga berhadapan langsung dengan dinding belakang vagina. Kondisi inilah
yang memungkinkan spermatozoa sampai ke dalam saluran mulut rahim yang
menghubungkan antara vagina dan rongga rahim. Penyimpangan dari posisi
normalnya, seperti retrofleksi (posisi rahim menghadap ke belakang), bisa
menghambat terjadinya kehamilan.
h. Kelainan Rahim
Adanya kelainan rongga rahim karena
perlengketan, mioma atau polip; peradangan endometrium dan gangguan kontraksi
rahim, dapat mengganggu transportasi spermatozoa. Kalaupun sampai terjadi kehamilan biasanya kehamilan tersebut akan berakhir sebelum
waktunya.
5.
Cara mengobati
kemandulan
Kemandulan dapat diobati dengan obat, pembedahan dan inseminasi serta bayi
tabung. Pada beberapa keadaan semua cara tersebut akan digabung. Sepertiga dari
pasangan mandul akan dapat memiliki anak setelah diobati dengan baik dan tepat.
Sebagian besar kasus kemandulan ditangani dengan obat obatan dan pembedahan.
B. HAMIL YANG TIDAK DI
INGINKAN
1. Kalangan remaja
Remaja bisa
bilang kalau seks bebas pranikah itu aman untuk di lakukan. Akan tetapi, bila
remaja melihat, memahami ataupun merasakan akibat dari prilaku itu, ternyata
hasilnya lebih banyak merugikan. Salah satu resiko dari seks pranikah atau seks
bebas itu adalah kehamilan yang tidak di harapkan ( KTD ). Kehamilan yang tidak
di rencanakan sebelumnya bisa merampas “Kenikmatan“ masa remaja yang seharusnya
di nikmati oleh remaja laki – laki maupun perempuan. Walaupun kehamilan itu
sendiri dirasakan langsung oleh perempuan, tetapi remaja pria juga akan
merasakan dampaknya karena harus bertanggung jawab. Ada dua hal yang bisa dan
biasa dilakukan remaja jika mengalami KTD
(kartini, 1992) :
a.
Mempertahankan kehamilan
Semua dampak tersebut dapat membawa resiko baik
fisik, psikis maupun sosial. Bila kehamilan di pertahankan resiko psikis yang
timbul yaitu ada kemugkinan pihak perempuan menjadi ibu tunggal karena pasangan
tidak mau menikahinya atau tidak
mempertanggung jawabkan perbuatannya. Kalau mereka menikah, hal ini juga bisa
mengakibatkan perkawinan bermasalah yang penuh konflik karena sama – sama belum
dewasa dan belum siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua. selain itu,
pasangan muda terutama pihak perempuan akan sangat di bebani oleh berbagai
perasaan yang tidak nyaman, seperti di hantui rasa malu yang terus menerus,
rendah diri, bersalah atau berdosa, depresi atau tertekan, pesimis dan
lain-lain.
b.
Mengakhiri kehamilan (Aborsi )
Bila kehamilan
di akhiri bisa mengakibatkan dampak negatif secara psikis. Oleh karena itu, itu
pelaku aborsi sering kali mengalami perasaan – perasaan takut, panik, tertekan
atau stres, trauma mengingat proses aborsi dan kesakitan, kecemasan karena rasa
bersalah atau dosa akibat aborsi.
2.
Wanita Dewasa/ibu yang sudah menikah
Seorang ibu yang
tidak menghendaki kehadiran anak disebabkan karena mereka merasa akan menganggu
karirnya karena akan membuatnya terikat atau karena ia sudah terlampau sibuk
merawat anak – anak yang lain. Selain itu mereka merasa tidak dapat membagi
waktu antara kesibukan pekerjaan dengan merawat anak. Penyebab terjadinya KDT
pada wanita / ibu yang telah menikah antara lain karena kegagalan alat
kontrasepsi yang di pakai.
3.Hamil dengan Janin Mati
a. Pengertian
Kematian janin dalam kandungan
disebut Intra Uterin Fetal Death (IUFD), yakni kematian yang terjadi saat usia
kehamilan lebih dari 20 minggu atau pada trimester kedua. Jika terjadi pada
trimester pertama disebut keguguran atau abortus. Jika janin sudah meninggal di
dalam kandungan maka rahim tidak akan membesar lagi, pembesarannya akan
berhenti sesuai dengan usia kehamilan saat janin meninggal. Misalya, janin
meninggal pada usia kehamilan 12 minggu maka pembesaran rahim berhenti pada
usia kehamilan 12 minggu, tidak akan membesar misalnya sampai usia kehamilan 20
minggu. Hal ini disebabkan karena pada janin mati, otomatis pertumbuhannya
berhenti,sedangkan pembesaran uterus dimungkinkan karena adanya pertumbuhan
janin.
b. Faktor Penyebab
Ø
Hipertensi atau
tekanan darah tinggi
Ø
Preeklampsia dan eklampsia
Ø
Perdarahan
Waspada jika bumil mengalami perdarahan hebat akibat plasenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta (terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya di dalam uterus sebelum bayi dilahirkan). Otomatis Hb janin turun dan bisa picu kematian janin.
Waspada jika bumil mengalami perdarahan hebat akibat plasenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta (terlepasnya plasenta dari tempat implantasinya di dalam uterus sebelum bayi dilahirkan). Otomatis Hb janin turun dan bisa picu kematian janin.
Ø
Kelainan
kongenital (bawaan) bayi.
Yang bisa
mengakibatkan kematian janin adalah hidrops fetalis, yakni akumulasi cairan
dalam tubuh janin. Jika akumulasi cairan terjadi dalam rongga dada bisa
menyebabkan hambatan nafas bayi. Kerja jantung menjadi sangat berat akibat dari
banyaknya cairan dalam jantung sehingga tubuh bayi mengalami pembengkakan atau
terjadi kelainan pada paru-parunya.
Ø
Ketidakcocokan
golongan darah ibu dan janin.
Terutama pada
golongan darah A, B, O. Kerap terjadi golongan darah anak A atau B, sedangkan
Moms bergolongan O atau sebaliknya. Pasalnya, saat masih dalam kandungan darah
Moms dan janin akan saling mengalir lewat plasenta. Bila darah janin tidak
cocok dengan darah ibunya, maka Moms akan membentuk zat antibodi.
Ø
Janin yang
hiperaktif.
Gerakan janin yang
berlebihan -apalagi hanya pada satu arah saja- bisa mengakibatkan tali pusat
yang menghubungkan Moms dengan janin terpelintir. Akibatnya, pembuluh darah
yang mengalirkan suplai oksigen maupun nutrisi melalui plasenta ke janin akan
tersumbat. Tak hanya itu, tidak menutup kemungkinan tali pusat tersebut bisa
membentuk tali simpul yang mengakibatkan janin menjadi sulit bergerak. Hingga
saat ini kondisi tali pusat terpelintir atau tersimpul tidak bisa terdeteksi.
Sehingga, perlu diwaspadai bilamana ada gejala yang tidak biasa saat hamil.
Ø
Gawat janin.
Bila air ketuban
habis otomatis tali pusat terkompresi antara badan janin dengan ibunya. Kondisi
ini bisa mengakibatkan janin 'tercekik' karena suplai oksigen dari Moms ke
janin terhenti. Gejalanya dapat diketahui melalui cardiotopografi (CTG).
Mula-mula detak jantung janin kencang, lama-kelamaan malah menurun hingga di
bawah rata-rata.
Ø
Kehamilan lewat
waktu (postterm).
Kehamilan lebih
dari 42 minggu.Jika kehamilan telah lewat waktu, plasenta akan mengalami
penuaan sehingga fungsinya akan berkurang. Janin akan kekurangan asupan nutrisi
dan oksigen. Cairan ketuban bisa berubah menjadi sangat kental dan hijau,
akibatnya cairan dapat terhisap masuk ke dalam paru-paru janin. Hal ini bisa
dievaluasi melalui USG dengan color doppler sehingga bisa dilihat arus arteri
umbilikalis jantung ke janin. Jika demikian, maka kehamilan harus segera dihentikan
dengan cara diinduksi. Itulah perlunya taksiran kehamilan pada awal kehamilan
dan akhir kehamilan melalui USG.
Ø
Infeksi saat hamil.
Moms, saat hamil
sebaiknya menjaga kondisi tubuh dengan baik guna menghindari berbagai infeksi
bakteri atau virus. Bahkan, demam tinggi pada Moms bisa mengakibatkan janin
tidak tahan akan panas tubuh ibunya.
Ø
Kelainan kromosom.
Kelainan kromosom
termasuk penyakit bawaan. Kematian janin akibat kelainan genetik biasanya baru
terdeteksi saat kematian sudah terjadi, melalui otopsi bayi. Jarang dilakukan
pemeriksaan kromosom saat janin masih dalam kandungan. Selain biayanya mahal,
juga sangat berisiko. Karena harus mengambil air ketuban dari plasenta janin
sehingga berisiko besar janin terinfeksi, bahkan lahir prematur.
Ø
Harus segera
dilahirkan.
Bila terjadi
hal-hal di atas, segera periksakan diri ke dokter. Tentu dokter akan mengatasi
penyebabnya sembari tetap memantau perkembangan janin hingga lahir. Misalnya
bila terdapat infeksi, maka akan diobati infeksinya. Tetapi, apabila keadaan
sudah sangat genting, seringkali dokter memutuskan agar janin segera dilahirkan
atau lahir prematur guna menghindari terjadinya kematian janin. Jika bayi sudah
terlanjur meninggal saat masih dalam kandungan, maka si bayi harus segera
dikeluarkan. Persalinan sebaiknya dilakukan secara normal agar tidak terlalu
berisiko bagi si Ibu. Tetapi bila ada penghalang, misal posisi bayi sungsang,
ibu mengalami preeklampsia, plasenta previa dan sebagainya, maka operasi cesar
terpaksa dilakukan. Janin yang meninggal sebaiknya jangan dibiarkan di dalam
rahim lebih dari 2 minggu, sebab jika terlalu lama akan memengaruhi
faktor-faktor pembekuan darah si Ibu. Zat pembekuan darah atau fibrinogen bisa
turun dan menyebabkan darah agak sulit membeku. Bila ini terjadi, akan
berakibat fatal kala ibu melahirkan. Jika fibrinogen rendah, maka perdarahan
yang terjadi pada proses persalinan akan sulit berhenti. Bisa-bisa nyawa si ibu
tidak tertolong akibat perdarahan tersebut.
Ø
Bisa hamil lagi.
Meski pada
kehamilan sebelumnya Ibu pernah mengalami kematian janin atau keguguran, bukan
berarti seorang Ibu tidak bisa hamil lagi. Seorang Ibu bisa memulai program
hamil kapan saja. Tapi, sebaiknya ketahui dulu penyebab kematian janin
terdahulu sebelum Ibu hamil lagi, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan
yang terjadi pada kehamilan berikutnya.
Ibu
dari janin yang meninggal pada periode perinatal mengalami penderitaan. Selama
kehamilan mereka telah mulai untuk mengenali dan merasa dekat dengan janinnya,
ibu yang mengalami proses kehilangan / kematian janin dalam kandungan akan
merasa kehilangan. Pada proses berduka ibu memperlihatkan prilaku yang khas dan
merasa emosional tertentu. Hal ini di kelompokkan kedalam berbagai tahapan
meliputi :
·
Syok
dan menyangkal, ketika di sampaikan janinnya mati reaksi orang tua / ibu
pertama
Kali adalah syok, tidak percaya
dan menyangkal.
·
Marah
dan bergeming, beberapa ahli menyebut ini sebagai tahap pencarian karena orang
tua mencari alasan tentang kematian. Mereka biasanya mencari hal – hal yang mungkin
merka lakukan dengan berbeda.
·
Disorientasi
dan depresi, emosi predominan pada fase ini adalah kesedihan berduka dibarengi
dengan kehilangan, mereka menolak dan menarik diri, orang tua mungkin mengalami
kesulitan untuk kembali ke kehidupan normal sehari – hari.
·
Reorganisasi
dan penerimaan, fase akhir berduka meliputi penerimaan rasa kehilangan dan
kembali beraktivitas normal sehari – hari. Hal yang sangat individu ini mungkin
membutuhkan waktu beberapa bulan. Energi emosional ditinggalkan dan di kurangi
serta mengalami kembali hubungan baru serta aktivitas baru.
4 . Hamil dengan
ketergantungan obat
a. pengertian
Ketergantungan
obat adalah suatu keadaan kebutuhan fisik atau mental ( psikologis ) atau kedua
– duanya yang terjadi sebagai akibat pemakaian abat secara terus – menerus atau
secara periodik.
b.
dampak hamil dengan ketergantungan obat
Pengunaan obat –
obatan oleh wanita hamil dapat menyebabkan masalah baik pada ibu maupun
janinnya. Janin akan megalami cacat fisik dan emosional. Setiap orang tentu menginginkan
seorang bayi yang sehat dengan semua bagian badan terbentuk pada bagian yang
tepat. Wanita hamil dengan ketergantungan obat umumnya takut melahirkan bayi
cacat dan mencoba sebisa mungkin untuk menghindari zat – zat berbahaya yang
mungkin membahayakan perkembangan bayi mereka. Banyak kebingungan dan
kegelisahan tentang apa yang menyebabkan bayi cacat kerena pengaruh obat –
obatan. Kalau terjadi keguguran dan ketidaknormalan bayi akan merasakan takut yang
berlebihan, panik dan gelisah.
Salah satu tindakan
pada ibu hamil dengan ketergantungan obat yaitu : mengadakan hubungan dengan
keluarga. Keluarga merupakan lingkungan di mana ibu belajar menyesuaikan diri
dalam menghadapi kehidupan.
C.
KEGUGURAN
1. Pengertian
Keguguran diartikan sebagai keluarnya janin atau persalinan prematur sebelum mampu
untuk hidup. Resiko keguguran memiliki persentase sebesar 15% - 40% dari ibu
hamil, dan 60-75% keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 3 bulan. Namun jumlah kejadian
atau resiko keguguran akan menurun pada usia kehamilan di atas 3 bulan.
2. Penyebab Terjadinya Keguguran
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran
adalah:
·
Adanya kelainan pada
janin yang disebabkan kelainan kromosom, yang terjadi saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang
terbentuk cacat dan dikeluarkan tubuh.
·
Adanya kelainan pada
ibu, seperti kelainan pada sisterm hormonal (bisa hormon
prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), sistem
kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu
hamil.
·
Adanya kelainan pada
rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor
jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu
rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang
berkembang. Kehamilan dalam rahim yang
terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.
·
Penyebab lain adalah
infeksi, seperti terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dll.
·
Keguguran juga dapat
diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengkonsumsi
minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon
yang berakibat gangguan kehamilan.
·
Perdarahan adalah tanda
yang paling umum. Perdarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang
berlangsung lama sampai perdarahan hebat. Kadang-kadang terdapat
bagian jaringan yang robek yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Misalnya,
bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang
robek.
·
Kram atau Kejang Perut
Tanda ini rasanya mirip seperti kram perut pada awal datang bulan. Biasana
kram ini berlangsung berulang-ulang dalam periode waktu yang lama. Kram atau
kejang juga dapat terjadi di daerah panggul
·
Nyeri Pada Bagian Bawah Perut
Rasa nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam waktu cukup lama. Selain
di sekitar perut, rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah panggul,
selangkangan, dan daerah alat kelamin. Nyeri ini terjadi dalam beberapa jam
hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.
D.
HAMIL DILUAR NIKAH
Remaja yang hamil di luar nikah menghadapi berbagai
masalah psikologis, yaitu rasa takut. kecewa, menyesal, dan rendah diri
terhadap kehamilannya sehingga terjadi usaha untuk menghilangkan dengan jalan
gugur kandung. Gugur kandung mempunyai kerugian yang paling kecil bila
dibandingkan dengan melanjutkan kehamilan. Syukur bila kehamilannya terjadi
menjelang perkawinan sehingga segera dilanjutkan dengan pernikahan. Keadaan
akan makin rumit bila pemuda atau laki-laki yang menghamili malah tidak
bertanggung jawab sehingga derita hanya ditanggung sendiri dan keluarga.
Keluarga pun menghadapi masalah yang sulit di tengah masyarakat seolah-olah
tidak mampu memberikan pendidikan moral kepada anak gadisnya.
Kehamilan di luar nikah masih tetap merupakan masalah
besar di Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Masyarakat belum dapat menerima
anak yang orang tuanya belum jelas, sehingga dianggap anak haram atau hasil
perzinahan.
Kehamilan di luar nikah biasanya di akibatkan oleh
pergaulan bebas yang diakibatkan oleh didikan dari keluarganya berupa :
ü
Kekurangan kasih
sayang yang di berikan oleh keluarga terhadap anak perempuannya akibat orang
tua sibuk kerja, perceraian dan broken home.
ü
Keluarga yang
terlalu disiplin sehingga anak tersebut memberontak untuk menunjukkan
kedewasaannya.
E.
GAMBARAN KONDISI PSIKOLOGIS PADA WANITA HAMIL
Selama kehamilan banyak wanita yang mengalami perasaan – perasaan :
v
Marah
v
Tertekan
v
Bersalah
v
Bingung
v
Was – was
v
Kesal
v
Pilu
v
Khawatir
Hal ini biasanya di
tandai dengan gejala – gejala :
Ø
Kehabisan tenaga atau
kebanyakan gerak
Ø
Tidak bisa tidur
walaupun mempunyai kesempatan
Ø
Menangis tidak tertahan
dan mata terasa berlinang
Ø
Menyadari bahwa perasaan
amat cepat berubah
Ø
Sangat judes atau peka
terhadap bunyi dan sentuhan
Ø
Senantiasa berfikiran
negatif
Ø
Tanpa berwujud merasa
tidak mampu
Ø
Tiba – tiba takut atau
gugup
Ø
Tidak bisa memusatkan
perhatian
Ø
Lebih sering lupa
Ø
Rasa bingung dan
bersalah
Ø
Makan amat sedikit atau
amat banyak
Ø
Asik dengan fikiran yang
menghantui dan mengerikan
Ø
Kehilangan kepercayaan
dan harga diri
Apabila kondisi – kondisi ini terjadi secara beruntun sedikitnya selama 2
minggu maka akan menimbulkan kondisi psikologis yang bermasalah yang sifatnya
memerlukan adanya pengobatan.
F.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI PSIKIS PADA MASA HAMIL
1.
Sudah punya banyak anak
Banyak anak sebagian orang merasakan sebagai beban finansial yang harus di
tanggung, belum lagi di tambah kerepotan – kerepotan lainnya, apalagi jika
dalam keluarga sudah ada anak dengan jumlah lebih dari cukup.
2.
Khawatir berubah penampilan Bagi sebagian perempuan
Penampilan merupakan nilai jual, perubahan bentuk wajah dan tubuh akibat
kehamilan dan persalinan di anggap akan mengurangi keindahan penampilan.
3.
Kemampuan finansial dirasa tidak memadai
Jika si kecil lahir di saat kondisi keuangan keluarga tengah morat marit
memang merepotkan, kondisi ini merupakan hal yang sangat menganggu kondisi
psikologis seorang ibu hamil
4.
keluhan sulit tidur
Sulit tidur di malam hari dapat membuat kondisi ibu hamil menurun,
konsentrasi berkurang, mudah lelah, badan terasa pegal, tidak mood bekerja dan
cenderung emosional. Keluhan tidur umumnya muncul saat usia kandungan memasuki
trimester ketiga dimana janin sudah tumbuh sedemikian besar sehingga terasa
menyesakkan. Ditrimester pertama, kadar hormon dalam tubuh ibu sedang mengalami
perubahan drastis yang sering memunculkan keluhan muntah – muntah, sehubungan
dengan itu, keluhan sulit tidur biasanya muncul karena sebab sebagai berikut :
• Stres
• Perubahan hormon
• Dihantui kecemasan
• Gangguan psikis
G.
CARA
MENGATASI GANGGUAN PSIKOLOGIS KEHAMILAN
Ibu yang sedang hamil, pasti akan
mengalami berbagai macam perubahan bukan hanya perubahan secara fisik namun
juga secara psikologis. Jangan heran jika ibu yang hamil tiba-tiba menangis
atau marah. Ini terjadi karena adanya perubahan hormonal yang lazim dialami
oleh ibu-ibu yang sedang hamil. Untuk itu ibu-ibu yang kini sedang mengandung
buah hati, harus selalu menjaga kondisi psikologisnya agar tetap baik dan
seimbang. Jika kondisi psikologis sang ibu baik pastinya sang ibu akan lebih
tenang atau rileks saat menjalani masa-masa kehamilannya.
Berikut beberapa cara yang dapat menyeimbangkan kondisi psikologis saat ibu
sedang mengandung:
1. Informasi
Carilah informasi seputar kehamilan terutama mengenai perubahan yang
terjadi dalam diri ibu termasuk hal-hal yang perlu dihindari saat sedang
mengandung agar janin tumbuh sehat. Pengetahuan atau informasi yang tepat akan
membuat ibu merasa lebih yakin sekaligus bisa mengurangi rasa cemas yang sering
muncul karena ketidaktahuan mengenai perubahan yang terjadi.
2. Komunikasi dengan suami
Bicarakanlah perubahan yang terjadi pada diri Anda selama hamil dengan sang
suami, sehingga ia juga tahu dan dapat memaklumi perubahan yang terjadi pada
diri Anda. Tidak jarang jika Anda mengkomunikasikan hal ini, sang suami akan
memberikan dukungan psikologis yang dibutuhkan.
3. Rajin chek up
Periksakan kehamilan secara teratur. Cari informasi dari dokter atau bidan
terpercaya mengenai kehamilan yang sekarang Anda jalani. Jangan lupa, ajaklah
suami saat berkonsultasi ke dokter atau bidan.
4. Makan Sehat
Pahami benar pengetahuan mengenai asupan makanan yang sehat bagi
perkembangan janin. Hindarilah mengonsumsi bahan yang dapat membahayakan janin, seperti
makanan yang mengandung zat-zat aditif, alkohol, rokok, atau obat-obatan yang
tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Jauhkan juga zat berbahaya seperti gas buang
kendaraan yang mengandung timah hitam yang berbahaya bagi perkembangan
kecerdasan otak janin.
5. Jaga Penampilan
Perhatikanlah penampilan fisik dengan menjaga kebersihan dan berpakaian
yang sesuai dengan kondisi badan Anda yang sedang berbadan dua. Jangan lupa
untuk melakukan latihan fisik ringan, seperti berenang atau jalan kaki ringan
untuk memperlancar persalinan. 6. Kurangi Kegiatan Lakukanlah penyesuaian
kegiatan dengan kondisi fisik saat hamil. Memasuki masa persalinan, Anda dan
suami harus sudah siap dengan berbagai perubahan yang akan terjadi setelah
kelahiran sang bayi.
6. Dengarkan Musik
Upayakan berbagai cara agar terhindar dari stres. Atasilah kecemasan maupun
emosi negatif lainnya dengan mendengarkan musik lembut, belajar memusatkan
perhatian, berzikir, yoga atau relaksasi lainnya.
7. Senam Hamil
Bergabunglah dengan kelompok senam hamil sejak usia kandungan menginjak
usia 5-6 bulan. Jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter
kandungan. Senam hamil tidak hanya bermanfaat melatih otot-otot yang diperlukan
dalam proses persalinan,
melainkan juga memberi manfaat psikologis. Pertemuan sesama calon ibu
biasanya diisi dengan acara berbagi pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran
positif. Melalui kegiatan itu pula secara perlahan kesiapan psikologis calon
ibu dalam menghadapi persalinan menjadi semakin mantap.
8.
Latihan Pernafasan
Lakukanlah latihan relaksasi dan
latihan pernapasan secara teratur. Latihan ini bermanfaat untuk ketenangan dan
kenyamanan sehingga kondisi psikologis bisa lebih stabil.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Ada berbagai macam depresi/
gangguan psikologi yang bisa terjadi pada masa
kehamilan yaitu:
ü
Hamil yang tidak diinginkan
ü
Hamil Dengan Janin Mati
ü
Hamil dengan Keteregantungan
Obat
ü
Hamil diluar Nikah
ü
Pseudosiesis
ü
Keguguran
ü
Kemandulan
2.
Adapun faktor yang
mengakibatkan gangguan psikologi pada masa kehamilan
antara lain sebagai berikut:
ü
Sudah punya banyak anak
ü
Khawatir berubah penampilan
ü
Kemampuan finansial
dirasa tidak memadai
ü
keluhan sulit tidur
3. Cara mengatasi gangguan psikologis pada kehamilan yaitu mengurangi
stress, mengkomunikasikan perasaan terhadap pasangan, memberikan support dari
pihak keluarga, periksakan kehamilan secara teratur, Makan Sehat, Jaga
Penampilan, Kurangi Kegiatan, Dengarkan Musik, Senam Hamil, Latihan Pernafasan,
B. SARAN
ü Dengan adanya makalah ini diharapkan
para pembaca dapat memahami makna yang
terkandung didalamnya.
ü Bagi para pembaca dan teman-teman
mahasiswa yang lainnya,jika ingin menambah wawasan dan ingin mengetahui lebih
jauh, maka kami mengharapkan dengan rendah hati agar lebih membaca buku-buku
lainnya yang berkaitan dengan “Gangguan Psikologi pada masa Kehamilan”.
DAFTAR
PUSTAKA
http://makalah-untuk-bidan.blogspot.com/2008/05/.Keguguran.html
obat.html
http://makalah-untuk-bidan.blogspot.com/2008/05/.
Hamil-yang-tidak-
diinginkan.html
http://makalah-untuk-bidan.blogspot.com/2008/05/.Psecodoceisis.html
http://Medicastore.com/2010/01/02/Pregnancy,html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar